Senin, 18 Februari 2013

Manusia sebagai khalifah di bumi


Manusia sebagai khalifah di bumi

Manusia sebagai mana hakikatnya adalah makhluk yang paling mulia di bumi ini. Dalam hal lain manusia juga disebut sebagai makhluk sosial. Dengan bekal yang diberikan tuhan kita sebaai manusia dapat berkuasa, berkreasi, sesuka hati mereka. Bahkan tidak ada satu hal pun yang dapat membatasi seorang manusia untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu menaklukan dunia. Sesungguhnya manusia itu hanya perlu satu hal di dunia ini, yaitu ingin memiliki, entah apa itu yang menjadi targetnya. Tetapi tuhan juga melengkapi manusia dengan nafsu yang tidak akan berhenti memengaruhi manusia agar tetap menjalankan targetnya.
Semua yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Hal itu sudah tidak diragukan lagi kebenarannya. Sesungguhnya manusia itu bernyawa, maka kelak manusia ini akan mengalami mati. Begitu juga dengan bumi. Bumi ini merupakan suatu benda yang memiliki energi. Tidak heran banyak sesuatu yang indah, misal pemandangan, itu merupakan gambaran dari energi dari bumi. Jika bumi ini mempunyai energi tetapi sebagai mana kita ketahui energi itu tidak akan musnah, hanya saja energi berubah bentuk. Apalagi jika energi bumi yang sangat indah itu berubah menjadi energi yang merusak bumi akibat target dari manusia. Memang energi tidak habis tapi justru energi itu sendiri yang dimanfaatkan oleh menusia, diambil hasilnya, lalu energi sisanya yang tidak bisa di olah menusia di biarkan dan menjadi pembunuh sendiri bagi kestabilan bumi.
Sebagaimana kita ketahui jika bumi saja yang memiliki energi begitu hebatnya bisa hancur apalagi kepunyaan manusia yang mementingkan egonya sendiri, itu hanya sementara saudaraku, hanya minjam kita dari tuhan kita. Mungkin ada maksud lain tuhan menciptakan kita sebagai khalifah yang menyeramkan di bumi tetapi tuhan mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Teka-teki itu sampai saat ini belum ada yang bisa menjawabnya, hanya orang2 tertentu saja yang mampu menjawabnya, mungkin mereka tidak bisa menjawab dan mungkin mereka hanya mampu mengetahuinya saja sebelum nafasnya berakhir.
Banyak sekali ilmu yang belum kita dapat saudaraku, kita hanya mampu melihat kulit dari secuilnya saja, jadi jangan bangga dengan apa yang kamu miliki saat ini. Yah mungkin saya saat ini belum bisa apa2 karena kelakuan kamu yang seenak2nya saja memberi n***i seperti itu tapi saya akan berusaha sekuat tenaga agar saya bisa terlepas dari masalah yang saat ini saya alami. Tahukah kamu sekarang saya sedang ada masalah yang tidak satupun manusia mengerti akannya. Tetapi mengapa kamu tidak pernah mendengarkan isi hatimu. Ingatlah dari kata2 dibalik kebenaran itu ada ketentraman dan dibalik dusta itu ada kegelisahan, janganlah sewenang2 menjadi pihak yang berkuasa, bisa jadi engkau tidak akan melihat sepasang matapun yang tersenyum padamu esok petang.
Inilah manusia yang tak punya rasa lelah akan harta, kekuasaan, ketenaran, dan bahkan cintapun tidak lepas dari pengawasan nafsu tersebut. Cinta ini suci, jangan campurkan dengan kekuasaan. Cinta yang sebenarnya adalah dari tuhan. Tetapi saat ini saya mengerti bahwa mencintai seseorang itu rela akan kebahagiaan dirinya. Tetapi saya kan berusaha sekuat tenaga untuk mengejarnya, walau hanya mimpi yang bisa kulakukan.

Jumat, 15 Februari 2013

Syair kangen buat kamu


Syair kangen buat kamu

Masih ku ingat bayang mu
Membelaimu tanganku
Kamu hanya mampu tuk menutupinya
Ingin ku ungkapkan pada semua makhlukNya
Bahwa kamu memang punya ku

Tetapi apalah daya ku
Setelah ku terbangun
Itu hanya sebuah harapan
Yang mungkin entah akan terjadi
Ataukah hanya mimpi selamanya

Aku memang taksebanding dengannya
Kamu berhak untuk memilihnya
Dia mungkin yang terbaik untukmu
Seandainya aku jadi dirimu
Pasti ini akan sangat sulit

Tapi aku juga ingin memilikimu
Mungkinkah harapan ini bisa jadi kenyataan
Ataukah hanya sekedar mimpi harapan belaka
Setelah sekian banyaknya yang kita alami
Mungkinkah kamu sanggup untuk menerimaku

Alangkah indah jika bisa memilikimu
Alangkah indah jika bisa bersamamu
Alangkah indah bisa menjadi pelindungmu
Aku rela mati untukmu
Walau hanya dalam waktu yang sekejap
Walau hanya dalam mimpi 
Jujur ku kangen kamu di setiap goresan ini

Syair mantap to day


Syair mantap to day

Tiada duka yang abadi di dunia
Tiada sepi merantaimu selamanya
Malam kan berakhir, hari kan berganti
Takdir hidup kan di jalani

Tangis dan tawa nyanyian yang mengiringi
Hati yang rindu tanda cinta di jalanNya
Namun ku percaya hati meyakini
Semua akan indah pada akhirnya

Andai bisa ku mengulang waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki segala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti
Tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hambamu ini

Waktu berputar rembulan dan matahari
Bunga yang mekar akan layu akan mati
Malam kan berakhir
Hari kan berganti
Takdir hidup kan dijalani

Andai bisa ku mengulang waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki segala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti
Tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hambamu ini

Andai bisa ku mengulang waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki segala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti
Tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hambamu ini
Harap ampunkan hambamu ini