Manusia sebagai khalifah di bumi
Manusia sebagai mana hakikatnya adalah makhluk yang paling
mulia di bumi ini. Dalam hal lain manusia juga disebut sebagai makhluk sosial. Dengan
bekal yang diberikan tuhan kita sebaai manusia dapat berkuasa, berkreasi,
sesuka hati mereka. Bahkan tidak ada satu hal pun yang dapat membatasi seorang
manusia untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu menaklukan dunia. Sesungguhnya
manusia itu hanya perlu satu hal di dunia ini, yaitu ingin memiliki, entah apa
itu yang menjadi targetnya. Tetapi tuhan juga melengkapi manusia dengan nafsu
yang tidak akan berhenti memengaruhi manusia agar tetap menjalankan targetnya.
Semua yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Hal itu sudah
tidak diragukan lagi kebenarannya. Sesungguhnya manusia itu bernyawa, maka
kelak manusia ini akan mengalami mati. Begitu juga dengan bumi. Bumi ini
merupakan suatu benda yang memiliki energi. Tidak heran banyak sesuatu yang
indah, misal pemandangan, itu merupakan gambaran dari energi dari bumi. Jika bumi
ini mempunyai energi tetapi sebagai mana kita ketahui energi itu tidak akan
musnah, hanya saja energi berubah bentuk. Apalagi jika energi bumi yang sangat
indah itu berubah menjadi energi yang merusak bumi akibat target dari manusia. Memang
energi tidak habis tapi justru energi itu sendiri yang dimanfaatkan oleh
menusia, diambil hasilnya, lalu energi sisanya yang tidak bisa di olah menusia
di biarkan dan menjadi pembunuh sendiri bagi kestabilan bumi.
Sebagaimana kita ketahui jika bumi saja yang memiliki energi
begitu hebatnya bisa hancur apalagi kepunyaan manusia yang mementingkan egonya
sendiri, itu hanya sementara saudaraku, hanya minjam kita dari tuhan kita. Mungkin
ada maksud lain tuhan menciptakan kita sebagai khalifah yang menyeramkan di
bumi tetapi tuhan mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Teka-teki itu sampai
saat ini belum ada yang bisa menjawabnya, hanya orang2 tertentu saja yang mampu
menjawabnya, mungkin mereka tidak bisa menjawab dan mungkin mereka hanya mampu
mengetahuinya saja sebelum nafasnya berakhir.
Banyak sekali ilmu yang belum kita dapat saudaraku, kita
hanya mampu melihat kulit dari secuilnya saja, jadi jangan bangga dengan apa
yang kamu miliki saat ini. Yah mungkin saya saat ini belum bisa apa2 karena
kelakuan kamu yang seenak2nya saja memberi n***i seperti itu tapi saya akan
berusaha sekuat tenaga agar saya bisa terlepas dari masalah yang saat ini saya
alami. Tahukah kamu sekarang saya sedang ada masalah yang tidak satupun manusia
mengerti akannya. Tetapi mengapa kamu tidak pernah mendengarkan isi hatimu. Ingatlah
dari kata2 dibalik kebenaran itu ada ketentraman dan dibalik dusta itu ada
kegelisahan, janganlah sewenang2 menjadi pihak yang berkuasa, bisa jadi engkau
tidak akan melihat sepasang matapun yang tersenyum padamu esok petang.
Inilah manusia yang tak punya rasa lelah akan harta,
kekuasaan, ketenaran, dan bahkan cintapun tidak lepas dari pengawasan nafsu
tersebut. Cinta ini suci, jangan campurkan dengan kekuasaan. Cinta yang
sebenarnya adalah dari tuhan. Tetapi saat ini saya mengerti bahwa mencintai
seseorang itu rela akan kebahagiaan dirinya. Tetapi saya kan berusaha sekuat
tenaga untuk mengejarnya, walau hanya mimpi yang bisa kulakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar