Kamis, 28 Februari 2013

Film rezky dan cinta tak kan tertukar part 1 eps 4


Film rezky dan cinta tak kan tertukar part 1 eps 4

Jam laptop telah menunjukkan pukul 13.40, rezky pun masih merasa malas untuk bersiap ke kampus, yang jadwal masuk kuliah buk ana pukul 14.20wib.
“Telilit-telilit” panggilan masuk gita kepada rezky, sesegera mungkin dia mengangkat hpnya.
“apa??” jawab rezky,
”lagi ngape” tanya gita.
“lagi santai nih ,, “ jawab rezky.
“emang gak kuliah??” lanjut gita.
 “iya bentar lagi, ada apa nih kok tumben nelp, pasti ada maunya,” tanya rezky.
“emang gak boleh apa kalok gak ada maunya, ydah cepetan mandi ,, ntar terlambat lho,,??”lanjut  gita.
“iya lah,, nih mau mandi, matiin lah telpnya”
Belum sempat gita matikan telponnya, rezky tiba2 tersadar bahwa itu Cuma mimpi belaka, yang betul hanyalah jam kuliah yang hampir terlambat, sesegera mungkin rezky bersiap untuk ke kmpus. Baginya walaupun hanya mimpi tetapi semangat itu tetap timbul karna keyakinannya.
Setibanya di kampus, rezky sungguh tidak habis fikir, kelas yang semula hanya 9-15 orang kini berubah menjadi 60-an mahasiswa itu disebabkan karena tiga kelas harus digabung menjadi 1 kelas mungkin karena faktor komersil dari dosen, yang harusnya ada tiga dosen yang masuk menjadi 1 dosen saja yang masuk kelas, hemat bukan, pikir rezky. Ini kalau kita berniat untuk cari muka didepan dosen akan dipandang jelek oleh kawan2 mahasiswa, itupun kalau setengah2 mungkin tujuannya belum tercapai, jadi rezky memilih cara kedua untuk mendapatkan nilai bagus yaitu dengan bersungguh2 mempelajari apa yang ia terima oleh dosen, walaupun mahasiswanya sekampung.
Jam menunjukan pukul 00.00 tapi rezky tetap saja susah untuk memejamkan mata walaupun sudah letih badan karena aktivitas ditambah lagi sehabs nonton film the lord of the ring. Walaupun tergolong film lama, tetapi bagi rezky film tersebut masih layak untuk dijadikan motivasi agar kehidupan ini harus tetap berjalan. Memang sudah seminggu terakhir ini rezky susah untuk tidur memejamkan mata. Persoalan tentang nilai, mata kuliah, masa depan, fikiran yang mulai dewasa, sudah menjadikannya pria yang bimbang akan menjalani hidup. Berbeda dengan pertama kali ia datang dari kampung, semangat luar biasa agar dapat dikenal di seluruh kampus. Mungkin cita2nya akan tercapai kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar